THEATRE OF TRAGEDY,Bubar



Kabar mengejutkan datang dari salah satu monster gothic dunia asal Norwegia, THEATRE OF TRAGEDY yang tiba-tiba secara resmi mengumumkan pembubaran band mereka. Dan berikut pernyataan dari band tersebut:

“Setelah menjalankan band ini selama 17 tahun akhirnya THEATRE OF TRAGEDY secara resmi bubar. Tentu ini bukan keputusan mudah. Namun setelah semua yang telah terjadi, akhirnya kami sepakat kalau Forever is The World adalah album terakhir band ini.

“Kami memang masih memiliki sejumlah kontrak panggung dan show terakhir kami adalah tanggal 2 Oktober 2010 di Stavanger, Norwegia” kata mereka.

Dan untuk pertama kalinya juga dalam sepuluh tahun terakhir THEATRE OF TRAGEDY akan menggunakan bassist additional di panggung mereka mulai Maret. “Kami sangat beruntung dapat menggandeng Erik Torp dari LOWDOWN dan orang ini akan membantu kami selama tur panggung di Eropa”.

THEATRE OF TRAGEDY dibentuk di tahun 1993 dan kini meninggalkan vokalis Raymond István Rohonyi, keyboardist Lorentz Aspen dan drummer Hein Frode Hansen sebagai personil asli yang tersisa. Dan band ini juga pernah memiliki Liv Kristine selama sepuluh tahun pertama dimana Kristine sendiri sekarang berkarir bersama band gothic lainnya, LEAVES’ EYES.

Delapan album telah dihasilkan Raymond cs termasuk album terakhir “Forever Is The World” yang beredar 18 September 2009 di bawah lisensi AFM Records dengan berisi sepuluh lagu. Album yang bisa dikatakan tidak begitu fenomenal, standard namun juga tidak membosankan.

Belum ada konfirmasi resmi mengapa band ini membubarkan diri.rizx

Souljah; Minta Dukungan Semesta



Band: Souljah
Album: Mestakung



Woohoo!! Salut buat band beraliran reggae-ska ini. Walaupun genre yg mereka usung bukan lagi genre yang lagi ngetop, tapi mereka tetap setia. Buktinya, mereka ngeluarin albu terbarunya, Mestakung.

Tahu nggak, nih album mengambil prinsip yang pernah diomongin sama Prof. DR. Yohannes Suryo, seorang pakar Fisika. Beliau bilang, kalau kita berusaha keras untuk sesuatu yang positif, maka semesta bakal mendukung. Makanya, judul albumnya Mestakung, dari kata “semesta mendukung”.

Di album ketiganya ini, Souljah nggak hanya mengusung reggae-ska tapi juga soul, rocksteady, dancehall, R&B bahkan ada sedikit sentuhan funk serta hip hop. Meskipun banyak yang bilang kalau mereka “No Doubt banget”, tapi mereka punya MC yang mampu ngasih suasana berbeda.

Album dibuka sama trek Loving Hand yang terdengar Souljah banget. Dengan vokal Danar yang khas: seksi tapi nggak cheapy. Loving Hand disusul dengan lagu Tak Selalu yang sudah sering kedengeran di radio. Tak Selalu lebih banyak memajang suara keren Said sang MC. Isinya menyatakan kalau nggak semua yang kelihatan indah itu memang indah. Nih lagu punya bagian reffrain yang seru banget. Didengerin berulang kali bikin bikin kita girang.. Beneran!

Ada juga Mars Jangkrik, Hanya Ingin Pulang dan Abidin yang kocak dan bisa bikin skanking. Kalau diperhatiin sih, liriknya rada nggak cihuy, tapi semua ketutup sama harmonisasi musik asyik yang bikin kita bisa sejenak ngelupain masalah dan ikutan berreggae-ria!!

Hellbeyond; Ramuan Deathmetal Yang Cerdas



Artis: Hellbeyond
Judul Album: The Strongest Stand Last
Rilis: 10 Januari 2010
Produksi: Rottrevore Records


Sudah bosan dengan musik yang bertempo cepat mungkin rasanya ini adalah pemikiran cerdas bagi Hellbeyond dalam mengolah ramuan musik deathmetal dengan matang dan terbukti sudah bagi mereka (Hellbeyond) dalam album yang berjudul The Strongest Stand Last ini terbedah secara perlahan lahan namun mematikan dengan gaya musik yang down tempo dalam kapasitas deathmetal.

Beberapa lagu dialbum mereka ini seakan kita bisa merasakan sekali aura musik begitu tercurah total untuk headbanger dalam setiap pattern yang tercipta dengan apik, simak aja seperti lagu; Distress Ended, To Protect And Severe, The Strongest Stand Last, Jelaga Nihil, Slaughtered, Rage Unleashed.

Dengan kemasan album ini dalam format digipack dirasakan ada yang istimewa untuk disuguhkan dalam album ini, cover kiasan artwork terlihat simple dengan menonjolkan gambar tangan dari seseorang dibalut kain penuh darah yang siap bertempur melawan apapun guna untuk bertahan demi kekuatan mereka di musik.

Band yang beranggotakan Aditya – vocal, Irfan – bass, Ryan – drum, Luke – gitar, dan Edz – lead gitar merupakan pejuang – pejuang cerdas dari bandung yang membuat sebuah perubahan dalam komposisi musik dengan gaya baru dan unik untuk pecinta musik deathmetal indonesia.rizx

FUNERAL INCEPTION Dihuni 3 Personil Baru



Band brutal death metal Jakarta, FUNERAL INCEPTION pagi ini mengumumkan tiga personil baru mereka di posisi drum, gitar dan bass menggantikan tiga personil lama. Ketiga personil baru tersebut juga masih bergabung di band-band lama mereka seperti Rusdy menjadi bassist baru FUNERAL INCEPTION dan tetap bermain untuk TRAUMA begitu juga dengan gitaris kedua, Edos bersama PROSATANICA.

FUNERAL INCEPTION sekarang :
Donny Iblis – Vocals
Iwan – Guitars
Edos [PROSATANICA] – Guitars
Rusdy [TRAUMA] – Bass
Adhyt [ABBATOIR] – Drummer

Disinggung tentang kedatangan anggota-anggota baru, tentu ada personil lama yang tidak lagi bermain untuk FI dan band tersebut juga memiliki alasan dengan pergantian yang mereka lakukan seperti A.A yang kini tinggal di Kuta, Devy karena permasalahan keluarga namun kondisi berbeda untuk Rony yang dianggap indisiplioner.

“AA dan Devy selalu menjadi anggota keluarga besar FUNERAL INCEPTION karena mengundurkan diri dengan terhormat dan sopan, tapi tidak halnya dengan Ronny,” kata sang vokalis, Donny Iblis.

Pergantian sejumlah personil tentu kerap menimbulkan tanda tanya besar yang sering dianggap sang motor memiliki sifat diktator dan Donny memiliki alasan untuk hal tersebut. “Diktator tidak selamanya adalah negatif. Ketika menghadapi sebuah permasalahan pelik dalam band, seorang diktator harus tampil untuk menangani masalah dan bukan ikut-ikutan loyo dalam masalah tersebut yang ujungnya malah tidak berkesudahan,” tambah Donny.

Sementara untuk rencana perilisan album ketiga, FUNERAL INCEPTION tidak ingin mundur dari beberapa tekanan yang mencap lirik mereka bermuatan provokatif terutama mengenai moral agama. “Kami akan membuat musik yang jauh lebih ngebut dan lebih teknikal dari sebelumnya. Dan dengan lirik yang tetap gelap dan provokatif,” pungkas vokalis yang lebih dikenal dengan nama Iblis tersebut.

Bagi yang penasaran dengan konsep musik FUNERAL INCEPTION, kalian dapat membaca review album terbaru mereka, disini.

Rencananya tanggal 12 Maret mendatang, FUNERAL INCEPTION untuk pertama kali dengan personil barunya akan tampil di tur “Smash Your Ace Tour 2010″ dimulai di RSPD Klaten dengan tiket gratis. Kemudian esoknya di GOR Mini Karanganyar dan 14 Maret 2010 di Malang.rizx

Seringai; Rilis DVD Generasi Menolak Tua



Sudah dengar kabar kalau Seringai bakal merilis DVD? Nah, 28 Februari kemarin, band berisikan Arian13, Ricky, Khemod dan Sammy ini ‘melempar’ DVD yang dikasih judul Generasi Menolak Tua. Selain ‘ngelempar’ DVD-nya ke pasaran, ada juga sesi signature yang dilakukan di Howling Wolf, Cipete.

Begitu ngelihat bagian belakang cover DVD, dijamin bakal cengengesan. Kocak abis bro! cengiran nggak akan berhenti saat DVD mulai diputar, ada banyak keseruan yang terekam seiring perjalanan band yang lagunya sering jadi anthem buat para penduduk urban ini.

Maaan!! Terserah deh, lo Serigala atau bukan, yang pasti, DVD Generasi Menolak Tua milik Seringai ini patut banget dijadiin koleksi. Selain nampilin live interview para personil, nih DVD juga nampilin testimoni dari banyak orang, mulai dari fans hingga jurnalis musik tanah air tentang Seringai.

Kita nggak hanya bisa melihat serunya penampilan live band yang musiknya sering disebut-sebut sebagai high octane rock ini juga nampilin footage mereka pas mau manggung. Bikin merasa dekat sama band berisikan Arian13, Ricky, Khemod dan Sammy ini.

Nggak rugi banget deh untuk beli dan nonton nih DVD. Berani jamin, walau tadinya lo nggak ngefans sama mereka, lo bakal obsessed sama Seringai. Buruan cari DVD-nya, harganya Cuma 35 ribu perak.rizx


Jelata; Tetap Berada Pada Rap Metal Core

* Tuesday, March 9, 2010, 9:50
* Band
* 68 views
* 1 comment

JELATA terbentuk 17 mei 2006 di bandung dengan personil Agel (vokal), Rangga (gitar), Adut (Gitar), Ronal (Bass), Oblo (Drum) langsung mengusung ganre rap metal core dengan membawakan materi lagu sendiri dan mengcover beberapa lagu dari Downset, Rage Against The Machine. Seiring waktu dan sering bongkar pasang personil Di tahun 2008 dengan masuknya vokalis cewek (Dhenia) dan pemain keyboard (Marcel) JELATA sempat berganti aliran ke rock gothic. Tapi alhasil, formasi ini tidak bertahan lama hingga ahir tahun 2009 terjadi perubahan besar dengan keluarnya 3 personil (Adut, Marcel, dan Oblo) di karenakan sibuk dengan kegiatan lainnya.

JELATA pun sempat niat membubarkn diri tapi karena ada panggilan manggung yang harus di pertanggung jawabkan di bandung dan jakarta akhirnya JELATA dapat di pertahankan. Dengan personil tersisa yaitu Ronal, Rangga, dan Agel dengan membawa additional player untuk posisi drum (Atex) JELATA bisa menyelesaikan kontrak di beberapa event.

Selesai event di jakarta Dhenia mengundurkan diri dengan sisa kekuatan yang ada (Agel – vokal, Rangga – gitar, Ronal – bass, Atex – Drum), JELATA mencoba merombak materi lagu yang ada dan kembali ke jalur lama dengan mengusung ganre RAP METAL CORE. Dan untuk mengenal lebih dekat dengan JELATA anda bisa dengarkan basa-basi busuk kami dalam album kompilasi EDANKEUN COMPILATION VOL 1 bersama band – band underground asal Bandung, Jakarta, Sukabumi, Puwakarta. Dan di distribusikan sampai ke luar negeri (Malaysia, Singapura, dan Australia) yang rilis pada tangga 14 maret 2010.

Selain kompilasi di atas JELATA juga terlibat di COUPLELICIUS COMPILATION bersama band-band underground Malaysia, Jakarta, Bandung, Bali yang masih dalam proses dan di rilis april 2010.

Contact Person :
081320939666

E-mail :
nal_chaos@yahoo.co.id




INDOGRINDNESIA 2010 # 2; Bandung Memanas

* Wednesday, March 10, 2010, 7:24
* Liputan Acara
* 115 views
* 1 comment

INDOGRINDNESIA 2010 # 2
Tanggal: 5 Maret 2010
Tempat: Fame Station, Bandung
Jam: 14.00 – selesai
Liputan/Foto: Rangga/Aziz

Bandung, Kota Kembang yang “mustinya” berhawa sejuk, mendadak panas dan beraura hitam. Please welcome, Putrid Pile! Hell yeah!

Yup, band brutal death metal Putrid Pile asal Racin, Wisconsin, US ini nyamperin Bandung, 5 Maret 2010 lalu. Lokasi konser juga mendukung keganasan Putrid Pile, yaitu di sebuah bukit di kawasan Ledeng, tepatnya di Jalan Sersan Badjuri. Metalhead yang datang nggak hanya dari seputaran Bandung dan Jakarta, lho. Ada tuh yang datang jauh-jauh dari Bali dan Makassar. Great effort, Man!

Acara dimulai sekitar jam empat sore hari dan menghadirkan beberapa band pendukung, kayak Plasmoptysis – Bandung, Hatestroke – Kediri, Rezume – Bali, Bleeding Corpse – Bandung, dan band asal Checz Republic, Onanizer.

Man “Jasad” yang bertindak sebagai MC, dengan gaya dan candaan yang segar mengomando Plasmoptysis untuk naik ke panggung. Band yang digawangi Argha – vocal, Dedy – guitar, Endry – guitar, Sandro – bass, dan Dawan – drums, memulai aksi mereka dan mengajak para pencinta death metal yang datang agar merapat ke bibir panggung. Benar-benar intro panas dari barudak Bandung!

Berlanjut dengan penampilan Casper- vocal, Yeri – guitar, Battery – drums, dan Alan –bass yang tergabung dalam band asal Kediri, Jawa Timur, Hatestroke. Mereka mampu memukau para Metalheads. Selain karena permainan technical death metal mereka yang keren, Hatestroke juga menghibur. Bisa jadi karena jarang ada band metal dari Jawa Timur bermain di kota Bandung. Edan euy!

Setelah Hatestroke, giliran penampilan band asal Checz Republic, Onanizer. Band grindcore yang satu ini nggak bisa dianggap enteng. Permainan cepat serta vokal yang nggak kenal pelan ini membombardir Metalhead tanpa banyak intro. Ondra “Burtko” Bártko – vocal, Ján “Kavron” Tomo – bass, Karel “Chessgrinder” Kamarýt – guitar & vocal, Roman “Koller” Kollár – drums, menghadirkan beat-beat yang cepat walaupun jeda waktu lagu-lagu mereka hanya berkisar 2 menit. Selain di Bandung, Onanizer juga melakukan tur ke Malang, Denpasar, dan Kuta.

“Saya ingin sekali pergi ke Candi Borobudur, karena tempat itu memang sudah ada di pikiran saya sejak saya tahu soal tempat yang paling menarik di Indonesia,” kata Karel kepada Dapurletter. Saat kami cek ke pihak manajemen Onanizer, mereka ternyata memang ada waktu untuk berwisata dan Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, menjadi pilihan mereka.

Penampilan dilanjutkan oleh band asal Bali, Rezume. Band slamming brutal death metal yang beranggotakan Memet – vocal, Kadir – guitar, Adit – guitar, Gustra – bass, dan Beer – drums ini mampu memancing area stage penuh dengan atraksi moshing dan body surfing. Totally slamming! Bleeding Corpse menjadi band terakhir yang tampil sebelum akhirnya Putride Pile muncul. Bleeding Corpse yang sangat dikenal di kalangan pencinta death metal lokal bermain dengan gahar tanpa banyak basa-basi dan langsung menggerinda telinga Metalhead yang ada di area depan stage. Boby – vocal, Uus – guitar, Luk – bass, dan Ari Tatto – drums, menjadi momok yang ambisius dalam penyuguhan lirik – lirik pedas saat tampil malam itu. Ditambah hadirnya vokalis Demons Damn, nona Popo dengan growl-growl yang totally extreme.

Putrid Pile!!!

And finally, Putrid Pile pun tampil. Mereka tampil membawakan single-single dari album House of Dementia seperti God of Degradation, Dead, Waste of Flesh, dan The Face of Death. Penampilan apik dari single player. Banyak yang penasaran dengan band ini, di mana sang vokalis yang bernama asli Shaun LaCanne ini bermain dengan drum elektronik dan hanya bermain pada gitar, tapi performa growl – scream dan permainan gitarnya benar – benar rapi.

Band ini tergolong unik dimana hanya Mr. Shaun Lacanne saja yang mengolah, meracik musik deathmetal hingga tampil didepan para fansnya di kota kembang (bandung) dengan maksimal pada malam itu.

Konser yang bertitle INDOGRINDNESIA 2010 # 2 yang dimotori oleh Mr. Eko dari Deep Insight di mana tahun lalu pernah membawa band slamming death metal asal San Diego, Condemned ini pun sukses walau jumlah Metalhead yang datang nggak spektakuler banyaknya. Perasaan puas sangat terasa jelas setelah Putrid Pile mengakhiri penampilannya. Yeaaaahhh! Putrid Pile mengakhiri penampilannya. Yeaaaahhh!



Home » Band » Titik Koma; Melodic Death andalan Surabaya
Titik Koma; Melodic Death andalan Surabaya

* Monday, March 1, 2010, 5:27
* Band
* 251 views
* Add a comment

TITIKKOMA1Terlahir di Surabaya tahun 2005, TITIK KOMA awalnya memainkan konsep Hardcore Metal yang terinfluence oleh Caliban dan As I Lay Dying. Seiring berjalannya waktu, TITIK KOMA berpindah haluan dan merubah konsep musiknya menjadi Death Metal pada tahun 2006. Di akhir tahun 2006 konsep musik TITIK KOMA berubah lagi menjadi Melodic Death Metal dengan influence utama The Black Dahlia Murder.

Nama TITIKKOMA merupakan intrepretasi bebas dari ‘kematian’. Sebagian orang ada yang percaya bahwa kematian itu seperti sebuah titik, dimana kematian merupakan akhir dari segalanya, tidak ada apa apa setelah kematian. Sedangkan sebagian yang lain percaya bahwa kematian seperti sebuah koma, kematian merupakan pintu menuju kehidupan yang lain.

Pada 2008 TITIKKOMA merilis album berjudul ‘Recode The Revelation’ melalui Label Premature Records, Surabaya. Album ini berisikan 9 buah lagu yang merangkum proses bermusik TITIKKOMA sejak tahun 2005 yang memainkan Hardcore Metal hingga tahun 2008 dengan konsep Melodic Death Metal.

Rencananya album ini juga akan dirilis di Korea dan Inggris melalui Label Realize Records di tahun 2010 ini. Album ini bercerita tentang masalah sosial politik agama yang selalu berkutat di Indonesia. Melalui musik, TITIKKOMA berusaha menyuarakan realita-realita disekitar manusia yang sering tidak dianggap manusia sebagai realita. Musik TITIKKOMA merupakan ajakan terhadap sesama untuk melihat kehidupan secara sederhana dengan pola pikir yang istimewa’ [Gelar]. Album ini merupakan sebuah album ‘eksperimen’ dari progress bermusik TITIKKOMA.

Banyak sekali pengaruh warna musik yang dilebur dalam album ini, mulai dari Heavy Metal, Hardcore hingga Death Metal. Sebagai tambahan info, sebelum album “Recode The Revelation”, TITIKKOMA juga sempat merilis mini album berjudul ‘My Secret Sin’ dan ambil bagian di dua buah album kompilasi berjudul ‘Surabaya Collection’ dan ‘Fuddy Duddies’. Long Live TTITIK KOMA! (Biography Edited by METALnino).

Formasi TITIKKOMA solid sejak awal didirikan hingga saat ini, yaitu: Lutfie (Vocal), Agra (Drum), Andika (Bass), Gelar (Gitar). Saat ini TITIKKOMA berada di bawah management GOD LOGIC.

Untuk kontak dan info lebih lanjut bisa menghubungi :
Rara Vintages: [ +6285646018228 ], Sabrina Dian Utami : [ +6285732541988 ], Kuro Damnass: [ +6285655222568 ]

Email :
titikkomametal@yahoo.co.id

Web :
www.myspace.com/titikkomametal