INDOGRINDNESIA 2010 # 2; Bandung Memanas

* Wednesday, March 10, 2010, 7:24
* Liputan Acara
* 115 views
* 1 comment

INDOGRINDNESIA 2010 # 2
Tanggal: 5 Maret 2010
Tempat: Fame Station, Bandung
Jam: 14.00 – selesai
Liputan/Foto: Rangga/Aziz

Bandung, Kota Kembang yang “mustinya” berhawa sejuk, mendadak panas dan beraura hitam. Please welcome, Putrid Pile! Hell yeah!

Yup, band brutal death metal Putrid Pile asal Racin, Wisconsin, US ini nyamperin Bandung, 5 Maret 2010 lalu. Lokasi konser juga mendukung keganasan Putrid Pile, yaitu di sebuah bukit di kawasan Ledeng, tepatnya di Jalan Sersan Badjuri. Metalhead yang datang nggak hanya dari seputaran Bandung dan Jakarta, lho. Ada tuh yang datang jauh-jauh dari Bali dan Makassar. Great effort, Man!

Acara dimulai sekitar jam empat sore hari dan menghadirkan beberapa band pendukung, kayak Plasmoptysis – Bandung, Hatestroke – Kediri, Rezume – Bali, Bleeding Corpse – Bandung, dan band asal Checz Republic, Onanizer.

Man “Jasad” yang bertindak sebagai MC, dengan gaya dan candaan yang segar mengomando Plasmoptysis untuk naik ke panggung. Band yang digawangi Argha – vocal, Dedy – guitar, Endry – guitar, Sandro – bass, dan Dawan – drums, memulai aksi mereka dan mengajak para pencinta death metal yang datang agar merapat ke bibir panggung. Benar-benar intro panas dari barudak Bandung!

Berlanjut dengan penampilan Casper- vocal, Yeri – guitar, Battery – drums, dan Alan –bass yang tergabung dalam band asal Kediri, Jawa Timur, Hatestroke. Mereka mampu memukau para Metalheads. Selain karena permainan technical death metal mereka yang keren, Hatestroke juga menghibur. Bisa jadi karena jarang ada band metal dari Jawa Timur bermain di kota Bandung. Edan euy!

Setelah Hatestroke, giliran penampilan band asal Checz Republic, Onanizer. Band grindcore yang satu ini nggak bisa dianggap enteng. Permainan cepat serta vokal yang nggak kenal pelan ini membombardir Metalhead tanpa banyak intro. Ondra “Burtko” Bártko – vocal, Ján “Kavron” Tomo – bass, Karel “Chessgrinder” Kamarýt – guitar & vocal, Roman “Koller” Kollár – drums, menghadirkan beat-beat yang cepat walaupun jeda waktu lagu-lagu mereka hanya berkisar 2 menit. Selain di Bandung, Onanizer juga melakukan tur ke Malang, Denpasar, dan Kuta.

“Saya ingin sekali pergi ke Candi Borobudur, karena tempat itu memang sudah ada di pikiran saya sejak saya tahu soal tempat yang paling menarik di Indonesia,” kata Karel kepada Dapurletter. Saat kami cek ke pihak manajemen Onanizer, mereka ternyata memang ada waktu untuk berwisata dan Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, menjadi pilihan mereka.

Penampilan dilanjutkan oleh band asal Bali, Rezume. Band slamming brutal death metal yang beranggotakan Memet – vocal, Kadir – guitar, Adit – guitar, Gustra – bass, dan Beer – drums ini mampu memancing area stage penuh dengan atraksi moshing dan body surfing. Totally slamming! Bleeding Corpse menjadi band terakhir yang tampil sebelum akhirnya Putride Pile muncul. Bleeding Corpse yang sangat dikenal di kalangan pencinta death metal lokal bermain dengan gahar tanpa banyak basa-basi dan langsung menggerinda telinga Metalhead yang ada di area depan stage. Boby – vocal, Uus – guitar, Luk – bass, dan Ari Tatto – drums, menjadi momok yang ambisius dalam penyuguhan lirik – lirik pedas saat tampil malam itu. Ditambah hadirnya vokalis Demons Damn, nona Popo dengan growl-growl yang totally extreme.

Putrid Pile!!!

And finally, Putrid Pile pun tampil. Mereka tampil membawakan single-single dari album House of Dementia seperti God of Degradation, Dead, Waste of Flesh, dan The Face of Death. Penampilan apik dari single player. Banyak yang penasaran dengan band ini, di mana sang vokalis yang bernama asli Shaun LaCanne ini bermain dengan drum elektronik dan hanya bermain pada gitar, tapi performa growl – scream dan permainan gitarnya benar – benar rapi.

Band ini tergolong unik dimana hanya Mr. Shaun Lacanne saja yang mengolah, meracik musik deathmetal hingga tampil didepan para fansnya di kota kembang (bandung) dengan maksimal pada malam itu.

Konser yang bertitle INDOGRINDNESIA 2010 # 2 yang dimotori oleh Mr. Eko dari Deep Insight di mana tahun lalu pernah membawa band slamming death metal asal San Diego, Condemned ini pun sukses walau jumlah Metalhead yang datang nggak spektakuler banyaknya. Perasaan puas sangat terasa jelas setelah Putrid Pile mengakhiri penampilannya. Yeaaaahhh! Putrid Pile mengakhiri penampilannya. Yeaaaahhh!

0 Response to

Posting Komentar